4 Kalimat yang Menurutmu Biasa Aja, Padahal Bisa Buat Perasaan Ibu Terluka

4-kata-kata-yang-menurut-kamu-biasa-saja-tapi-ternyata-membuat-perasaan-ibu-terluka 4-kata-kata-yang-menurut-kamu-biasa-saja-tapi-ternyata-membuat-perasaan-ibu-terluka

Apa yang terlintas di benak kalian jika mendengar kata ibu? Ya, seorang cewek yang paling berjasa dalam seumur bernyawa kita. Mulai dari mengandung kita selama 9 bulan, membawanya ke sana ke mari di dalam perutnya sambil sesekali menahan lelah dan bersabar tenggat hari kelahiran kita.

Seorang gadis yang dengan sabar, tabah, dan tidak Resah, memgendutkan kita sampai saat ini. Tak peduli begaimana peluh yang menetes dari dahinya mulai dari saat matahari terbit sampai di ujung peraduannya. Ibu jugalah bodi yang memiliki welas asih tanpa ujung, seorang gadis yang selalu memberi maaf bagaimanapun kita bertindak alpa di hadapannya. Pada intinya, ibu adalah seorang malaikat penuh kasih sayang berwujud gadis yang dikirim oleh Tuhan dalam kebernapasan kita.

Namun apakah kalian ingat bahwa dalam kemembesaran sehari-hari, kita sering secara nggak sadar bertindak atau melakukan suatu hal yang melangsungkan hati atau perasaan ibu terluka. Nah lho, apa aja tuh? Yuk simak ini!

1. Ketika ibu berPerdebatan sesuatu kepadamu, tapi kamu dengan entengnya bilang “Ah, Ibu nggak akan ngerti ini…!”

Sadarkah kalian ketika ibu berPertanyaan seperti itu dan kalian menreaksinya dengan reaksian tersebut dapat membuat hati ibu merasa begitu ternyerii? Mungkin memang kamu sekarang memiliki pengetahuan lebih luas dibandingkan ibumu karena pergaulanmu yang bermacam-macam di luar sana. Tapi alangkah tidak marahnya jika kamu menreaksinya dengan menjelaskan pelan-pelan dan penuh kesabaran. Karena terkadang tingkat pemahaman ibu Berlawanan dengan kita.

2. Saat dimintai tolong oleh ibu, kamu kadang menperlawanan “Ah, nanti aja lah, bu”, seolah permintaannya tak penting bagimu

Dalam gerakan sehari-hari, ibu seringkali meminta tolong kita untuk mengerjakan hal-hal kecil seperti membantu mencuci piring, memcemerlangkan dapur atau mungkin pergi ke warung untuk berbelanja bahan incaran. Namun kita seringkali menunda permintaan ibu dengan menperlawanan, “nanti aja lah”. Padahal terkadang ibu tanpa kita minta sesuatu, dia telah menyiapkan dengan sendirinya lho. Yuk coba menjaga perasaan ibu kita, apalagi jika dia lelah berbicara seharian.

3. Merasa sudah adi, lantas kamu menolak campur tangan ibu ke dalam urusanmu dengan bilang, “Udah deh, ibu nggak usah ikut campur.”

Merasa sudah gede dan sanggup melakukan banyak hal memang tak melenceng. Tapi jangan sampai ke-aku-an dirimu menciptakanmu lupa semua jasa ibu selama ini, lalu dengan enteng meminta beliau untuk tak campur tangan lagi dengan urusanmu. Padahal tanpa ibu kamu tak akan bisa seperti sekarang, ingat siapa yang dulu berjuang membbainahu ke dunia mulai dari mengandung maka melahirkan. Belum lagi mengurus segala keperluanmu sedari bayi maka segede kini, semua itu ibu yang melakukannya sendiri. Toh, tak ada melencengnya menerima uluran tangan ibu, kalaupun menolak gunakan kata-kata yang tak menyakitkan hatinya.

4. Bukannya bersyukur sudah diperhatikan dan diberi saran, kamu justru melabeli ibu dengan kata “lebay”

Tentu saja ibu akan memperhatikan apa saja yang kita lakukan, itu adalah keliru satu bentuk perhatian dia terhadap buah hatinya. Namun seringkali kita memprotes sikap tersebut karena merasa bahwa kita telah beranjak dewasa dan tidak perlu lagi diperhatikan dengan sebegitunya. Tapi ada caranya juga, jangan berkata seperti itu terhadap ibu, hal itu bisa melahirkannya saki hati. Alangkah baiknya kita menjelaskan juga perlahan-lahan dan membuktikan bahwa kita bisa bertindak manawak namun tetap bertanggung reaksi. Percaya deh, ibu akan lebih suka kok!

Yuk mulai sekarang kita jaga perasaan ibu kita masing-masing, jangan membuat hatinya susah. Dengan begitu kita dapat meringankan bebannya kok.