Selalu Jaga Mental, Mari Ketahui 4 Gejala Penderita OCD Ini

gejala OCD yang sering terjadi gejala OCD yang sering terjadi
Di zaman sekarang banyak sekali yang mengaku-ngaku jika dirinya menderita OCD, namun setelah mendatangi medis yang tepat, rupanya gejala dan kondisi yang ditunjukkan mereka justru berbeda jauh dengan hasil medisnya. Nah, untuk menambah pengetahuan anda terkait penyakit mental ini berikut rangkumannya. Apakah Itu OCD Sebelum mengetahui gejala penderita OCD, lebih dulu mengetahui apa sebenarnya OCD itu sendiri. Obsessive Compulsive Disorder (OCD) merupakan penyakit yang mengganggu psikologis yang bisa mempengaruhi perilaku (kompulsif) dan pikiran (obsesif) dari manusia. Karena terganggu pikirannya, penderita OCD kebanyakan merasa takut, cemas, khawatir serta yang paling mencolok adalah menuntut penderitanya untuk melakukan suatu hal berulang kali. Perilaku ini akan berhenti sampai penderitanya sudah merasa puas karena keinginan serta pikiran mereka dapat terpenuhi. Gejala OCD Yang Kerap Terjadi Secara umum gejala penderita OCD adalah yang sudah disebutkan di atas, sering merasa takut, cemas dan satu lagi, sering berpikir hal-hal negatif. Mari kita simak apa saja gejala penderita OCD beserta tipe yang ditemukan dari penderitanya. Washers Jika merasa tidak pernah besih saat mencuci tangan lalu melakukan pencucian tangan secara berulang kali hingga tampak tak wajar, bisa jadi ini gejala awal penderita mengalami penyakit OCD. Karena ini merupakan salah satu gejala awal secara umum dan paling mencolok bagi penderitanya. Mencuci tangan secara berulang kali ini disebabkan karena seseorang merasa takut jika terkontaminasi kuman maupun bakteri menempel pada tangan atau badan. Penderita ocd ini juga tidak akan segan untuk membersihkan seluruh seluk beluk rumah mereka demi tidak terkontaminasi kuman. Hal ini terjadi karena mereka memiliki keinginan yang bersifat kompulsif dan gejala ini akan terus terjadi karena disebabkan daro dorongan kuat di dalam pikiran mereka. Checkers Selain melakukan kebersihan badan berulang kali, penderita OCD juga sering melakukan hal yang bisa dikatakan sedikit aneh, yaitu memeriksa sesuatu secara berulang-ulang. Tipe ini adalah OCD tipe wahers. Penderita biasanya akan melakukan pengecekan berulang kali terhadap benda atau juga sesuatu hal lain yang dirasa berbahaya. Seperti mengecek pintu rumah sudah dikunci atau belum, sudah mematikan kompor atau lampu belum, dan lainnya. Ini akan terjadi juga berulang kali. Apabila hal berbahaya itu sampai terjadi, penderita OCD biasanya juga tidak segan untuk menyalahkan orang lain. Orderliness dan Symmetry Gejala penderita OCD selanjutnya adalah selalu fokus dan mengatur segala sesuatu dengan sangat urut dan runtut. Contoh sederhana saja, ketika seseorang menata suatu barang kemudian disentuh hingga merubah posisi dari semula, maka penderita OCD sangat tidak suka dengan hal ini. Perilaku seperti ini terjadi karena otak penderita OCD selalu menuntut dan menghasilkan pikiran yang sama serta berulang-ulang. Hoarding Hoarding adalah gejala penderita OCD yang terakhir. Untuk tipe ini, biasanya penderita selalu memiliki keinginan untuk mengumpulkan barang bekas yang mereka temukan. Hal ini karena ada informasi dari otak bagi penderita OCD untuk memerintahkan mengambil barang bekas tersebut karena dirasa penting untuk hidupnya di masa depan. Cara Mengatasi OCD Setelah mengetahui gejala penderita OCD di atas, coba cerminkan dengan diri anda saat ini. Namun perlu digaris bawahi, jika anda suka menyusun warna, atau mengurutkan sesuatu sesuai abjad bukan berarti anda mengidap OCD, lho. Namun jika perilaku dari pikiran obsesif ini dirasa sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, saatnya anda mencari pengobatan yang tepat. Pengobatan penderita OCD ini biasanya melibatkan psikoterapi, terapi perilaku dan juga obat-obatan psikiatri. Menurut penelitian dari Harvard Medical School, dengan melakukan pengobatan yang sesuai, 10 persen penderita bisa pulih sepenuhnya, dan setengah lainnya menunjukkan perbaikan. Penyebab OCD ini pun belum bisa diketahui dengan pasti. Kuat dugaan karena penderita ada masalah dalam mengirim informasi menuju otak yang satu dengan yang lain. Atau sangat munkin karena disebabkan stress atau depresi yang dirasa sangat berat. Selain itu, keturunan dari genetik juga bisa mempengaruhi seseorang bisa menderita OCD.